A.
PENGERTIAN PENDEKATAN PERSONAL
Pendekatan personal adalah suatu pendekatan dalam mengajar yang
berorientasi kepada perkembangan diri individu dan pembentukan pribadi. Pengajaran
dengan menggunakan pendekatan personal bersifat menolong siswa dalam
mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungan. Teori-teori yang
menghasilkan model-model yang serumpun dengan pendekatan personal adalah
sebagai berikut ini :
1.
Model pengajaran non direktif, oleh Van Rogers
2.
Model latihan kesadaran, oleh Frits Pers dan William Schultz.
3.
Model synaptic oleh William Gordon.
4.
Model Sistem Konsepsional oleh David Hunt.
5.
Model Pertemuan Kelas oleh William Glasser.
Menurut
Glasser ada 2 asumsi yang mendasari model pertemuan kelas, yaitu berikut ini :
1.
Manusia itu mempunyai kebutuhan
dasar, yaitu cinta dan harga diri.
2.
Kebutuhan itu berakar di dalam
hubungan antarmanusia.
Masalah
yang muncul pada setiap ...
individu sebenarnya disebabkan individu tersebut
mengalami kegagalan di dalam memenuhi dua kebutuhan tersebut. Tanggung jawab
siswa di dalam Kelas merupakan perwujudan dari perasaan cinta, berfungsi untuk
membantu dan memelihara perkembangan kejiwaan siswa. Glasser berpendapat bahwa
kegagalan sekolah bukanlah dalam arti bidang akademik, tetapi di dalam
menciptakan hubungan yang hangat dan konstruktif untuk keberhasilan belajar.
Kegagalan biasanya akan menyebabkan siswa merasa terasing atau tersingkir yang
biasanya diikuti oleh reaksi marah, frustasi atau menarik dari kehidupan
lingkungannya.
Glesser membedakan
pertemuan kelas menjadi 3 sebagai berikut ini :
1.
Tipe Pertemuan Pemecahan Masalah
Sosial
Tipe pertemuan ini
fokusnya terarah kepada masalah-masalah perilaku dan sosial. Dalam pertemuan
kelas ini siswa berupaya mengembangkan tanggung jawab untuk belajar dan
berprilaku dengan jalan memecahkan masalah mereka di kelas.
2.
Tipe Pertemuan Terbuka
Pada pertemuan terbuka
siswa diberi kebebasan untuk berpikir dan bertanya tentang masalah-masalah yang
berkaitan dengan kehidupan mereka. Dalam pertemuan terbuka, sering kali siswa
mempunyai inisiatif untuk membicarakan topik yang berkaitan dengan pengalaman
mereka sendiri.
3.
Tipe Pertemuan terarah Terbuka
Pada pertemuan terarah
terbuka, pada dasarnya sama dengan pertemuan terbuka. Bedanya, pada pertemuan
terarah permasalahan yang akan dibicarakan sudah diarahkan kepada materi atau
bahan yang sedang dipelajari oleh siswa didalam kelas.
B.
MERENCANAKAN ATAU MERANCANG PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN IPS DI SD
YANG BERLANDASKAN PENDEKATAN PERSONAL
Salah
satu pendekatan personal yang dipilih adalah model pertemuan kelas oleh William
Glasser yang terarah terbuka.
Dalam pertemuan kelas,
tahap-tahap yang harus dilalui sebagai berikut :
1.
Menciptakan iklim yang
Mengundang Keterlibatan
Dalam hal ini diperlukan iklim yang hangat, bersifat pribadi,
menciptakan hubungan yang baik antara guru-siswa dan siswa dengan siswa, dalam
hal ini guru harus menolong setiap siswa untuk berperan dan menyeleksi pendapat
tanpa celaan dan penilaian
2.
Menyajikan Masalah untuk
Diskusi
a. Mengajukan permasalahan
b. Siswa memberikan contoh-contoh
c. Siswa mendeskripsikan masalah
d. Siswa mengidentifikasi konsekuensi (mencari pemecahan) dan
e. Siswa mengidentifikasi norma-sosial.
3.
Mengembangkan Pertimbangan
Nilai Pribadi
Dalam hal ini siswa dapat membuat pertimbangan pribadi terhadap
perilaku siswa, untuk itu siswa harus:
a.
Mengidentifikasikan nilai yang
terkandung di belakang masalah perilaku dan norma.
b.
Siswa membuat pertimbangan pribadi
terhadap norma dan menyatakan nilainya.
4.
Mengidentifikasikan
Alternatif Tindakan
Dalam hal ini siswa harus:
a. Mendiskusikan alternatif khusus
b.
Sepakat menaatinya
5.
Merumuskan Kesepakatan
Dalam hal ini siswa merumuskan kesepakatan bersama.
6.
Perilaku Tindak Lanjut
Dalam hal ini, guru meminta kepada siswa untuk menilai efektifitas
perilaku baru dan mencari tindakan berikutnya (tindak lanjut).
C.
MENERAPKAN PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN IPS DI SD YANG BERLANDASKAN
PENDEKATAN PERSONAL
Sebagai contoh diambil GBPP Sekolah
Dasar kelas III
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Siswa
mengenal ciri khas provinsi setempat dan dapat menggunakan peta Indonesia.
b. Pokok Bahasan (PB)
Pengetahuan propinsi setempat dan
peta Indonesia.
c. Sub Pokok Bahasan (SPB)
Propinsi setempat
d. Materi Pelajaran/Uraian Materi
- Menggambar peta sederhana propinsi setempat
- Menggunakan propinsi setempat untuk membuat daftar kota, sungai, danau,
gunung, batas – batasnya dan simbol – simbolnya.
- Memenemukan petunjuk keadaan alam di propinsi setempat (Pegunungan,
dataran, sungai, danau, bukit, selat, teluk, hewan, tumbuhan)
- Menggunakan peta/atlas propinsi untuk menemukan daerah barang tambang,
daerah wisata serta manfaatnya.
Setelah guru memahami TIU, PB, SPB
dan uraian materi, maka guru melaksanakan langkah – langkah sebagai berikut :
a. Menciptakan iklim yang mengundang ketertiban siswa untuk dapat membuat
kelas menjadi 4 kelompok, yaitu :
1) Kelompok pertama bertugas membuat peta propinsi setempat
2) Kelompok kedua bertugas membuat daftar kota, sungai, danau, gunung,
batasnya dengan propinsi tetangganya.
3) Kelompok ketiga bertugas menjelaskan keadaan alam propinsi setempat, yaitu
gunung, pegunungan, dataran, sungai, danau, bukti, selat, teluk, hewan,
tumbuhan.
4) Kelompok keempat bertugas mengamati daerah – daerah tambang dan
meletakkanya dalam peta. Selain itu membuat prospek daerah yang dapat dijadikan
objek wisata.
b. Guru
memberikan pengarahan pada 4 kelompok tersebut. Tugas yang diberikan supaya
didiskusikan dalam kelompoknya. Setelah jelas mereka diminta mengerjakan
tugasnya masing – masing.
c. Siswa diminta memberikan penilaian terhadap kelompoknya masing – masing.
1) Kelompok pertama mengkaji apakah tugasnya sudah memenuhi persyaratan
2) Kelompok dua, tiga dan empat memberi penilaian terhadap keadaan alam, hasil
tambang dan objek wisata yang dimiliki oleh propinsinya.
d. Setelah
memberi penilaian pada kelompoknya guru memberi pengarahan agar seluruh
kelompok (Kelas) memilih keadaan alam, tambang dan objek wisata apa yang dapat
dipilih untuk dikembangkan di propinsinya.
e. Seluruh kelas mengambil kesepakatan bagaimana cara yang dapat ditempuh
untuk menindak lanjuti apa yang telah dipilih bersama pada propinsinya.
f. Tindakan selanjutnya adalah masing – masing kelompok penilaian efektifitas
dari yang telah dikerjakan untuk memperkuat tindakan berikutnya.
Harrah's Cherokee Casino & Hotel - MapYRO
BalasHapusHarrah's Cherokee 출장마사지 Casino & Hotel is located 익산 출장마사지 in the heart of the Great Smoky Mountains of 울산광역 출장샵 Western North Carolina. It also provides 안양 출장마사지 complimentary 김포 출장마사지 WiFi and